Malaysia dan Arogansinya

Kembali kita dapat melihat ke arogansian Malaysia setelah sekian kali terjadi tindak kekerasan terhadap warga Indonesia di sana. Hingga saat ini tidak ada permintaan maaf ataupun penyesalan atas kejadian penganiayaan terhadap Donald Pieter Kolopita, Ketua Dewan Wasit Karate Indonesia oleh sejumlah polisi Malaysia. Pemerintah Malaysia bahkan menganggap hal tersebut adalah hal yg lumrah dan dapat terjadi di negara manapun.

Dapat kita lihat banyak sekali kasus-kasus penganiayaan warga Indonesia di Malaysia, tapi hingga kini belum pernah sekalipun mereka menyatakan penyesalannya akan kejadian tersebut.

Memang Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah konflik yang cukup panjang, dari semenjak jaman pemerintahan Bung Karno yg dengan propaganda “Ganyang Malaysia” nya, hingga kasus perebutan Pulau Ambalat di tahun 2005 kemarin.

Tampaknya sejarah konflik Indonesia dengan negara serumpunnya itu masih akan berlanjut. Walaupun kedua negara ini serumpun, tetapi banyak sekali kejadian yang membuat kedua negara ini berseteru.

Walau kedua negara ini serumpun, tetapi jika dilihat secara spesifik lagi maka akan terlihat betapa berbedanya kepribadian kedua bangsa ini. Bangsa Indonesia lebih mencerminkan bangsa yg selalu memperjuangkan hak-hak nya dengan berbagai macam cara, karena Bangsa Indonesia memang memiliki sejarah yg harus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya. Sangat berbeda dengan Bangsa Malaysia yang mendapatkan kemerdekaan karena dukungan dan bantuan dari Inggris dan mendapatkan banyak fasilitas dan kemudahan berkat dukungan tersebut.

Seringkali Indonesia mengalami kegagalan dalam bernegosiasi dgn Malaysia di dunia Internasional karena ada campur tangan pihak-pihak ketiga yang berat sebelah.

Haruskah bangsa kita ini dibiarkan terpuruk dan dipermalukan terus menerus oleh negara tetangga? Hm tampaknya kini lah saat nya Indonesia menetukan sikap.

Berat bagi pemerintah untuk bersikap tegas terhadap Malaysia, dengan melihat banyak nya warga Indonesia yg bekerja di sana. Tapi mungkin ada baiknya kita mencoba tegas dan menarik semua warga kita di sana. Kita lihat apa jadinya negara itu tanpa tenaga kerja dari kita.

Apakah mereka masih bisa bersikap arogan dan bersikap menantang??? Saatnya kita bersatu dan memperjuangkan hak-hak kita sebagai Bangsa Indonesia. Mari kita bersama-sama tunjukkan ketegasan kita mengenai masalah ini. Memang hal ini terlihat sepele untuk hubungan antar bangsa. Tapi hal ini sudah terjadi berulang kali, dan selalu berdalih di balik hukum negara mereka. Maka hal ini harusnya bisa kita angkat ke dunia internasional. Bahwa ada hukum di suatu negara yg memperbolehkan para petugasnya untuk berbuat anarkis.

Dan jika kita telaah lebih dalam, banyak teroris yang bermunculan dari negara itu. Tapi sering kali bangsa kita yg dijadikan kambing hitamnya. Sudah saatnya kita menarik garis tegas terhadap Malaysia.

Hmm Malaysia sebuah negara anarkis yg berbalut budaya yang santun.Bagaikan buaya berbalut kulit domba.

Leave a Reply