Bumi bukan Bulan

Pernahkah kita berfikir mengapa kita hidup di bumi, dan bukannya di bulan? Mungkin karena karakteristik manusia sangat mirip dengan bumi?

Bulan tidak pernah melindungi dirinya dari meteor-meteor atau benda-benda luar angkasa yang menyerang dirinya. Tapi bumi selalu melindungi dirinya dari benda-benda luar angkasa tersebut dengan atmosfer nya.

Bulan tidak memerlukan pendamping untuk memutari bumi, sedangkan bumi tidak bisa jika tidak di dampingi oleh bulan dalam memutari matahari.

Bulan tidak pernah marah dan sedih, sehingga tidak pernah ada banjir maupun gempa di bulan. Sedangkan bumi seringkali marah dan sedih dengan bencana-bencana alamnya.

Semua itu seperti manusia yang selalu melindungi diri dari ancaman, membutuhkan orang lain untuk menjalani hidupnya, dan bisa marah dan sedih jika hatinya gundah.

Mungkin jika kita tinggal di bulan, kita tidak akan berusaha untuk melindungi diri kita, kita lebih egois dengan tidak peduli dengan sesama, atau bahkan kita tidak bisa merasa marah dan sedih ketika hati kita gundah.

Yang pasti memang manusia cocok sekali dengan bumi, oleh karena itu jagalah bumi ini dengan sekuat tenaga. Jagalah bumi ini seperti menjaga diri kalian sendiri. Cintailah Bumi ini seperti mencintai diri kalian sendiri.

Save the Earth.

Karya siapa lagi kalo bukan Ahmad “Yustinus” Nur Syamsi yang terlalu banyak punya waktu luang untuk berkhayal.

One Response

  1. Eh Mas Yus, pandai aja nih kau ngisi waktumu dengan melampiaskan segala fantasi hatimu. Ternyata tidak hanya cakep orangnya. Kamu juga banyak punya karya cipta yang terpendam di dirimu….seni bergadangmu…bagus deh.

Leave a Reply