Makna Hidup Tanpa Mati

Makna Hidup Tanpa Mati

Semua di ciptakan di dunia serba seimbang.

Ada kaya, dan ada miskin.
Ada yang kuat dan ada yang lemah.
Ada yang tua dan ada yang muda.
Ada pria dan ada wanita.
Ada hidup tentu saja ada mati.

Sadarkah akan makna dari hidup kita ini, selain menanti kematian tentunya. Bagaimana keadaan manusia andai saja mati itu tidak ada? Apakah akan ada manusia yang beriman? Yang pasti dunia ini akan penuh sesak dengan kebusukan-kebusukan duniawi yang tiada akhirnya. Manusia akan dengan serakah mengejar keuntungan pribadinya tanpa perduli dengan sesama. Jika hidup tanpa mati, tak ada lagi yang di takuti oleh manusia di dunia ini. Karena hidup tanpa kematian adalah hidup tanpa pembalasan akan perbuatan kita. Hal tersebutlah yang membuat manusia sadar bahwa setelah kematian lah segala amal perbuatannya akan diperhitungkan kembali. Percaya atau tidak, kematian turut membentuk manusia-manusia yang beriman.

Karena manusia yang merasa tidak akan mati, akan selalu mengejar kenikmatan duniawi. Manusia-manusia yang lupa akan hakekatnya bahwa nyawanya hanyalah pinjaman yang kapan saja dapat diambil kembali.

Memang dunia itu nikmat. Jika tidak nikmat, tentunya kita sudah bukan di dunia lagi ( trus di mana donk???). Dunia banyak menawarkan kesempatan kepada kita. Hanya saja kita harus pandai-pandai memilih kesempatan mana yang terbaik untuk kita. Karena sekali saja kita salah melangkah, maka akan mempengaruhi hidup kita untuk selamanya.

Ada yang bilang hidup ini sudah ada suratan takdirnya. Beberapa orang lainnya bilang bahwa takdir kita ada di tangan kita sendiri. Lalu manakah yang benar dari dua pendapat tersebut? Karena saya hanyalah orang awam yang mencoba mengemukakan pendapat dari jalan pikiran pribadi, maka jangan harap anda akan menemukan bahasa-bahasa yang ilmiah apalagi agamais. Karena maklum saja saya bukan ilmuwan, apalagi seorang agamawan. Saya akan mencoba menjawab dengan bahasa sederhana yang saya mengerti.

Bagi saya, sayalah yang menentukan takdir saya ini.

Menurut saya hidup saya ini ditentukan dari pilihan-pilihan yang kita ambil. Karena jika seseorang merasa hidup ini adalah suratan takdir, maka dia akan bermalas-malasan dan tidak mencoba untuk melakukan sesuatu untuk merubah kehidupannya. Tetapi menurut saya, semua pilihan-pilihan yang kita pilih dalam hidup ini, semuanya pasti sudah diperhitungkan oleh Yang Maha Kuasa. Jadi apapun pilihan kita, tidak terlepas dari pengawasan-Nya. Karena manusia yang merasa seluruh hidupnya ada di tangannya, ia akan merasa congkak dan mungkin akan depresi.

Contohnya adalah, Ketika sakit menyerang kita, wajib bagi kita untuk mencari kesembuhan. Wajib bagi kita untuk mempertahankan kesehatan kita dengan berobat. Tetapi ketika semua usaha sudah kita lakukan, tetapi penyakit tidak kunjung sembuh, atau bahkan kematian yang menjemput, kita harus merelakannya. Disini dapat kita lihat bahwa kehidupan kita adalah kombinasi antara pilihan yang kita pilih dan pengawasan dari Yang Maha Kuasa. Dengan begitu kita akan selalu mensyukuri hidup ini.

  

Buah Karya Ahmad “Yustinus” Nur Syamsi

Yah sekedar iseng, dan untuk merenung dalam kesedirian

Untuk teman-teman tercinta, Kurindu akan kalian.

~ oleh begadang di/pada Januari 7, 2008.

Tinggalkan Balasan