Saat ku masih tetap di sini, ternyata dirimu sudah melaju entah ke mana.
Saat ku masih merenungi segala kisah yang pernah ada, dirimu sudah memulai kisah yang baru.
Saat ku sadar semuanya telah berlalu, dirimu semakin manjauh dan menghilang dari duniaku.
Hingga akhirnya ku terbangun dari semua lamunan kosong dan impian semu, bahwa bukan diriku yang kau mau.
Bagai seorang anak kecil yang sedang belajar jalan, aku pun mulai belajar menata kembali hidupku yang terlalu lama kosong.
Langkah demi langkah ku isi hidupku dengan warna warna baru. Warna selain warna mu.
Ku tenggelamkan diriku di hiruk pikuknya dunia kerja. Ku nikmati setiap tekanan sebagai pemacu langkah ku.
Bahkan kadang kubiarkan diriku berbuat salah, agar ku merasa menjadi manusia.
Sering kali kubiarkan tubuh ini terombang ambing di keruhnya dunia, agar nanti kudapatkan saat yang tepat tuk melaju.
Namun sesibuk apa pun diriku, ada ruang hampa di dada yang belum bisa terisi oleh apa pun atau siapa pun.
Semakin kumelaju, ruang hampa di dada semakin terasa.
Andai bisa ku sumpal dengan bantal, tp tetap terasa hampa.
Ku sadar diriku tak akan pernah berarti tanpa ada dirimu yg mengisi ruang hampa di diriku.
Atau mungkin ku harus pergi menjauh dari dunia agar ku bisa melepas mu?
Ku hanya ingin kau tau, ku ternyata belum melaju…
Diriku masih tetap di sini, di tempat yang sama saat kau meninggalkanku…
sampai kapanpun hatimu hanya tetap miliknya.
Sekuat apapun yg lain mencoba mencuri sedikit dr perasaanmu,tak kan berhasil.
Tetaplah berusaha mengejar cintamu,
atau kamu bs berdamai dgn dirimu sendiri,
merelakan dia yg tlah menjauh.
Tlalu byk kesempatan yg kamu sia2kan demi dia yg tlah melupakanmu.